praharasenja

Akankah sirna sinar yang semakin redup itu?

Sunday, November 20, 2005

Pluralisme agama

saya sering menemukan orang2 seperti Frans magnis suseno, Romo mangun atau orang2 hindu, budha dan pemeluk agama yg lainnya yang begitu cerdas, pintar, baik, mau berkorban untuk masarakat.
Saya sebut pintar, karena mereka dengan kemampuannya bisa menjadi publik figur yang tentu saja teruji pandangan dan kiprah2nya. Saya sebut baik, karena mereka sering sepanjang hidupnya hanya memikirkan kebaikan untuk orang lain, sementara untuk mereka sendiri cukup seadanya meski mereka sebenarnya mampu untuk hidup dalam kecukupan.
Orang2 seperti itu akankah kelak masuk neraka? apakah hanya karena agama yg saya anut menyebut mereka kafir? mereka tdk pernah minta terlahir kafir, apalagi hidayah adalah hak prerogatif Allah. Kalau ya masuk neraka, adilkah?
Mereka juga banyak yang menjalani kehidupan ini dengan penuh kesantunan, menghormati tetangga, menjaga dan mengendalikan hawa nafsu, beramal, tidak berzinah, menghormati kedua orangtua, berdoa, beribadah. Bukankah seseorang menjalankan ibadahnya sesuai dengan kemampuannya?.
Berdosakah seseorang tdk menjalankan ibadah yg dia sendiri tdk mengetahuinya? Berdosakah seseorang melakukan sesuatu yg dia sendiri tidak tau bahwa itu terlarang? Nerakakah suku terasing yg menganut animisme/dinamisme dan yg hidup dihutan2 yg tidak terjamah oleh satupun agama?
Apakah penjahat, penzina yang beragama islam lebih beruntung daripada orang baik yg kafir?
Adilkah?
Atau memang kita tidak tau apa-apa.....

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home