praharasenja

Akankah sirna sinar yang semakin redup itu?

Thursday, January 31, 2008

Seruni, 31 Januari 2008, 07.30

Sungguh tidak saya duga, ketika saya membuka pintu kamar, tiba2 rasa sepi menyergap dan mencekam saya. Tertegun saya memandang tempat tidur, seolah2 kamu masih tergeletak disana. Kesedihan begitu dalam menyelimuti seluruh isi ruangan ini, Kamu seperti masih disini.

Kembali saya tersadar, air mata mengembang. Saya tertunduk, terduduk, bersandar pada dinding merah bata, dinding yang selalu jadi saksi cinta kita.

Seandainya mungkin
kumampu terbang keawan
detik ini juga ku akan melayang kesana
Kau ku bawa pulang
dirimu yang s'lalu kusayang...

(Ermy Kulit-Kasih)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home