Siapa kamu?
Sabtu kemaren benar2 menggambarkan siapa kamu sebenarnya. Saya teriakkan berulang2 dalam hati :
"kamu wanita jelek",
"kamu wanita tidak baik",
"kamu tidak akan pernah bisa insyaf",
"saya harus jauhi kamu",
"biarkan dia menempuh jalan hidup yang dipilihnya, saya tdk boleh masuk dalam pusaran hidupnya yang brengsek",
"jangan ragu untuk meninggalkannya, ada orang yang sangat baik dan suci menanti cinta saya"
"jangan sakit hati dia kelak dengan siapa setelah saya lepaskan"

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home