Jujur - 31 Agustus 2007
Jujur saya akui, sejak saya putuskan komunikasi denganmu, hari2 terasa sepi. Semua pekerjaan menjadi tidak lagi bisa saya nikmati karena jiwaku terbang bersamamu, merambah relung2 hatimu, menjangkau tempat2 indah yang pernah kita lalui bersama. Seperti katamu, andai saja diberi kesempatan kedua, saya akan lebih menyayangimu, lebih lunak terhadapmu, dan memberikan sepenuhnya kesempatan berkarir padamu.Tapi Apa mungkin ? karena semua telah berlalu, seperti air sungai yang sudah mengalir ke hilir, dapatkah kembali kehulu? Nasi telah menjadi bubur.
Disisi lain, saya juga ingin membuatmu bahagia, saya sering sedih jika mengingatmu, kamu tidak banyak menuntut apa2 dari saya, tapi saya begitu keras kepadamu. Hal ini juga jadi pertimbangan buat saya untuk ikhlas kehilanganmu, meski saya akan sangat kecewa, tapi saya berharap kamu dapat membangun rumah tangga yang baru seprti yang telah kamu cita2

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home